Food-Drug Interactions, “Efek Antiulcerogenic dari Susu Unta dan Pengaruhnya Melawan Etanol yang Menyebabkan Ulkus Lambung pada Tikus”

Susu unta berbeda dengan susu lainnya susu unta memiliki kolesterol rendah, rendah gula, mineral yang tinggi terutama Magnesium, Kalium, Natrium, Zat Besi dan Tembaga, vitamin C tinggi, B2, A, E dan tinggi protein (Rao etal., 1970) dan tidak memiliki sifat alergi. Dalam susu unta tersebut, dia dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi di lambung akibat asam lambung, masalah ginjal, dan hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek dari susu unta dengan etanol dan aspirin yang dapat meninduksi ulkus lambung pada tikus.

1.   PERSIAPAN

  • 15 ekor tikus Sprague-Dawley dengan berat sekitar 150-200 gram
  • Puasakan selama 48 jam
  • Bagi dalam 3 kelompok sama banyak
  • Air suling
  • Susu Unta
  • Aspirin yang telah dilarutkan dengan carboxymethylcellulose 1%

2.   PERLAKUAN

Hari Pertama – Hari Ketiga

  • Group 1 diberikan air suling (5ml/kg), setelah 3 jam diberikan 1 dosis aspirin (200mg/kg) yang dilarutkan dalam carboxymethylcellulose 1%, setelah 3 jam diberikan kembali air suling.
  • Group 2 diberikan susu unta (5ml/kg), setelah 3 jam diberikan 1 dosis aspirin (200mg/kg) yang dilarutkan dalam carboxymethylcellulose 1%, setelah 3 jam diberikan kembali susu unta.
  • Group 3 diberikan ranitidine (100mg/kg), setelah 3 jam diberikan 1 dosis aspirin (200mg/kg) yang dilarutkan dalam carboxymethylcellulose 1%, setelah 3 jam diberikan ranitidine.

3.   SESUDAH PERLAKUAN

Hari Keempat

  • Perut tikus di eksplore dan pilorusnya diligasi dengan anastesi eter
  • Setelah 4 jam tikus dibunuh dengan menggunakan dosis chloroform yang berlebih
  • Esophagus diligasi dan isi perut dikeluarkan
  • Bersihkan mukosa lambung dengan menggunakan air suling
  • Ukur volume asam lambung dan nyatakan sebagai ml/100gram berat badan tikus
  • Jumlah borok/ulkus dihitung dan panjang totalnya juga diukur untuk menghitung rasio kuratif. Curative ratio = (Control ulcer index – Test ulcer index) / (Control ulcer index) x 100
  • Bandingkan

 

HASIL PENELITIAN

taras 2

  1. Pengobatan dengan penambahan susu unta secara signifikan mengurangi jumlah ulkus, indeks maag, volume asam lambung dan meningkatkan total protein. PH asam lambung tidak berubah secara signifikan.
  2. Pengobatan dengan ranitidin secara signifikan mengalami penurunan jumlah panjang ulkus dan indeks ulkus. Total protein secara signifikan meningkat. Namun, ada sedikit perubahan dalam volume asam lambung.
  3. Rasio kuratif pada Kelompok pengobatan dengan susu unta lebih besar yaitu 65,03% dibandingkan pengobatan dengan ranitidin yaitu 34,03%.

taras 1

  1. Perlukaan pada mukosa lambung terlihat jelas dan banyak pada Group pertama yaitu dengan tidak ada pemberian susu ataupun ranitidine.
  2. Luka pada Group Ketiga yaitu group dengan pemberian ranitidin masih terlihat tapi tidak separah Group pertama.
  3. Sedangkan Group Kedua hanya menunjukan sedikit gumpalan pada mukosa lambung.

 

Susu unta memiliki pengaruh yang positif terhadap penggunaan aspirin didalam tubuhPemberian susu unta dapat melindungi mukosa lambung terhadap etanol atau asam salisilat dengan menginduksi kerusakan lambung.Susu unta memiliki efek melindungi mukosa lambung karena kandungan mineral (Magnesium, Kalium, Natrium, Zat Besi dan Tembaga) serta Vitamin E nya yang tinggi Minumlah susu unta beberapa jam sebelum meminum obat aspirin atau obat yang golongan AINS. Terutama bagi pasien dengan masalah lambung atau memiliki riwayat maag biasaknnlah minum susu unta sebelum meminum obat aspirin atau golongan AINS. Carilah susu lain dengan kandungan mineral (Magnesium, Kalium, Natrium, Zat Besi dan Tembaga) serta Vitamin E yang hampir sama dengan susu unta sebagai pengganti susu unta

 

Sumber:

Al-wabel N A, Hassan A , Abbas H , Muosa H. 2012. Antiulcerogenic Effect of Camel Milk Against Ethanol Induced Gastric Ulcers in Rats. Qassim University. Saudi Arabia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *