HUBUNGAN ANTARA ASUPAN KALSIUM DAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI DI SMK BATIK 2 SURAKARTA

Oleh: Ladyamayu Pinasti, Universitas Darussalam Gontor

Pendahuluan

Dismenore merupakan nyeri di bagian bawah perut yang terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi. Gejala dismenore dapat disertai dengan rasa mual, muntah, diare dan kram. Di Indonesia angka kejadian dismenorepada perempuan produktif diperkirakan 55%. Faktor penyebab dismenore antara lain: kejiwaan, individual, sumbatan di saluran leher rahim, organ reproduksi wanita, endokrin, dan alergi.

Asupan nutrisi juga memiliki pengaruh terhadap kejadian dismenore. Zat gizi yang berpengaruh antara lain adalah kalsium dan zat besi. Kalsium memiliki peranan sebagai zat yang diperlukan untuk kontraksi otot. Kalsium berperan dalam interaksi protein di dalam otot, yaitu aktin dan miosin pada saat otot berkontraksi. Kekurangan kalsium menyebabkan otot tidak dapat mengendur setelah kontraksi, sehingga dapat mengakibatkan otot menjadi kram. Zat besi memiliki peranan dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan asupan zat besi menyebabkan terganggunya pembentukan hemoglobin, sehingga jumlah hemoglobin dalam sel darah merah akan berkurang. Kondisi hemoglobin yang rendah pada sel darah merah, menyebabkan tubuh kekurangan oksigen anemia. Menurut Sylvia dan Lorrainne (2006), anemia merupakan salah satu faktor konstitusi penyebab kurangnya daya tahan tubuh terhadap rasa nyeri saat menstruasi. Anemia tidak hanya menjadi salah satu penyebab terjadinya dismenore, namun juga dapat memperparah dismenore.

Metode

Jenis penelitian ini adalah observational dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data asupan kalsium dan zat besi menggunakan form food frequency semi kuantitatif. Data ini kemudian diolah menggunakan program Nutrisurvey. Data kejadian dismenore diperoleh dengan cara wawancara menggunakan kuesioner Universal Pain Assessment Tool. Analisis datapenderita dismenore,asupan kalsium dan zat besi menggunakan program SPSS for Windows versi 17.0. Data hasil analisis hubungan asupan kalsium dan asupan zat besi dengan kejadian dismenore dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearman.

Hasil

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar responden berkategori asupan kalsium kurang (23.2%) merasakan nyeri sedang 1. Responden yang memiliki asupan kalsium normal menunjukkan lebih sedikit yang mengalami nyeri dibandingkan dengan responden dengan asupan kalsium rendah. Hal ini berarti ada hubungan signifikan antara asupan kalsium dengan kejadian dismenore.

 

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar responden memiliki asupan zat besi kurang serta merasakan nyeri sedang 1 dan nyeri sedang 2 (25%). Responden yang memiliki asupan zat besi pada kategori kurang, lebih besar mengalami rasa nyeri atau dismenore daripada responden yang memiliki asupan zat besi normal. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore.

Pembahasan

Kalsium merupakan salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh remaja. Kalsium tidak hanya dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, bagi remaja putri kalsium juga diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghindarkan rasa nyeri menjelang atau saat menstruasi atau yang yang biasa disebut dengan dismenore.Asupan kalsium berpengaruh pada permeabilitas membran syaraf. Rendahnya asupan kalsium menyebabkan otot tidak dapat mengendur sehingga otot menjadi kram. Seorang remaja wanita juga perlu mengurangi makanan berlemak tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri menjelangatau selama menstruasi

Zat besi sangat diperlukan untuk pembentukan hemoglobin (Hb) di dalam sumsum tulang. Kekurangan zat besi menyebabkan penurunan kadar zat besi plasma, sehingga suplai zat besi ke dalam sumsum tulang menjadi berkurang, Hal ini menurunkan pembentukan hemoglobin dan mengakibatkan anemia. Anemia merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh terhadap rasa nyeri ketika menstruasi. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya dismenore.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dan zat besi dengan kejadian dismenore.

DaftarPustaka

Hidayati. R.K, Soviana Elida, Mardiyati. L. N. 2016. Hubungan Antara Asupan Kalsium dan Asupan Zat Besi dengan kejadian Dismenore pada Siswi di SMK Batik 2 Surakarta. Jurnal Kesehatan ISSN 1979-7621, Vol. 1, No. 2.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *