MITOS atau FAKTA : BAWANG PUTIH DAPAT MENGOBATI COVID-19?


MITOS atau FAKTA

BAWANG PUTIH DAPAT MENGOBATI COVID-19?

 

Oleh:

Arifah Nurul Maghfirah (IPB University)

Firda Laila Rachmawati (Universitas Diponegoro)

Departemen Pendidikan dan Profesi ILMAGI 2020/2021, Tema: Gizi Masyarakat

Sejak pertama kali menginfeksi di Wuhan, China pada Desember 2019, keresahan mengenai covid-19 belum kunjung mereda hingga awal 2021 ini. Bahkan dikabarkan jumlah pasien yang terinfeksi semakin meningkat di beberapa wilayah. Mulai awal munculnya covid-19, begitu banyak beredar mitos-mitos mengenai covid-19, hingga membuat masyarakat bingung mana informasi yang benar dan mana yang hanya sekadar ‘cocoklogi’. Salah satu informasi yang beredar adalah bawang putih yang memang dikenal dapat berguna sebagai antivirus, sehingga diklaim dapat mencegah atau mengobati seseorang dari covid-19. Tapi, apakah informasi tersebut merupakah fakta? Atau hanya mitos?

Jawabannya adalah MITOS. Silakan simak penjelasannya!

Sebelumnya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu, mengenal kembali apa covid-19 itu. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, covid-19 pertama kali menginfeksi di Wuhan, China pada Desember 2019. Kemudian pada Januari 2020, istilah ‘virus corona’ mulai umum digunakan. Pada Februari 2020, telah diteliti mengenai taksonominya bahwa virus tersebut erat dengan sebutan ‘severe acute respiratory syndrome coronavirus 2” (SARS-CoV-2), dan pada hari yang sama WHO menetapkan nama virus baru tersebut dengan nama ‘COVID-19’. Seperti yang kita ketahui, covid-19 menyebar sangat cepat hal ini terjadi karena ada banyak media penularan covid, di antaranya adalah melalui droplet orang yang terinfeksi saat dia bersin atau batuk misalnya. Dan ada begitu banyak cara penularan lainnya.

Orang-orang kemudian berlomba-lomba mencari cara untuk mencegah maupun mengobati virus ini, berbagai bahan digunakan bahkan diklaim sebagai obat yang dapat mengobati covid-19. Walaupun belum ada penelitian khusus yang menyatakan bahwa obat covid telah ditemukan, masyarakat yang mengklaim tetap saja menyebarkan informasi hingga informasi tersebut dapat menyesatkan masyarakat. Salah satunya adalah bawang putih, ada yang mengatakan air rebusannya dapat menyembuhkan covid-19. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai sifat bawang putih hingga diklaim sebagai obat covid-19.

Bawang putih memang telah diteliti sebagai antivirus sehingga dapat membantu meredakan beberapa penyakit penyebab virus. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Iran, menguji efektivitas bawang putih sebagai obat influenza, di mana influenza sendiri memang disebabkan oleh virus. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ekstrak bawang putih dengan indeks selektivitas (SI) yang baik memiliki efek penghambatan terhadap penetrasi dan proliferasi virus dalam sel. Penelitian lain mengatakan bahwa bawang putih memiliki sifat imunomodulator yang dapat mengentas infeksi virus.

Dalam bawang putih mengandung terkandung senyawa yang berfungsi sebagai immunodulator, anti bakteri, antivirus dan antioksidan. Potensi antivirus yang terkandung didalam bawang putih telah diuji terhadap beberapa virus seperti virus Influenza B, HIV (tipe 1), virus stomatitis vesikuler, virus herpes simpleks (tipe 1 dan 2), spesies coxsackievirus, dan gammaretrovirus. Hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang menyebutkan efek bawang putih terhadap virus SARS-CoV ini. Melalui laman resmi WHO, menyebutkan bahwa bawang putih termasuk salah satu makanan sehat yang mungkin mengandung beberapa sifat antimikroba. Namun belum ada bukti memakan bawang putih membuat kita terlindung dari virus COVID 19

Bukti Penelitian:

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Iran, menguji efektivitas bawang putih sebagai obat influenza, di mana influenza sendiri memang disebabkan oleh virus. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ekstrak bawang putih dengan indeks selektivitas (SI) yang baik memiliki efek penghambatan terhadap penetrasi dan proliferasi virus dalam sel. Penelitian lain mengatakan bahwa bawang putih memiliki sifat imunomodulator yang dapat mengentas infeksi virus.

Kesimpulan:

Informasi yang menyatakan bawang putih dapat mencegah atau mengobati covid 19 merupakan MITOS. Bawang putih mengandung senyawa yang bermanfaat seperti immunodulator, anti bakteri, antivirus dan antioksidan. WHO pun juga menyebutkan bahwa bawang putih termasuk makanan sehat yang mungkin memiliki sifat antimikroba. Namun WHO juga menyebutkan bahwa belum ada penelitian yang menyebutkan bawang putih bisa menjadi obat untuk covid 19. Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan covid 19.

 

Referensi:

Baig AM, Khaleeq A, Ali U, Syeda H. 2020. Evidence of the COVID-19 virus targeting the CNS: tissue distribution, host−virus interaction, and proposed neurotropic mechanisms. American Chemical Society Publication. 11 : 995-998.

Chakraborty D, Majumder A. Garlic (Lahsun)–an immunity booster against SARS-CoV-2. Biotica Res Today. 2020;2(8):755–7.

Khubber et al. Garlic (Allium sativum L.): a potential unique therapeutic food rich in organosulfur and flavonoid compounds to fight with COVID19. Nutrition Journal (2020) 19:124 https://doi.org/10.1186/s12937-020-00643-8

Mehrbod P, Amini E, -Kheiri TM. 2009. Antiviral activity of garlic extract on Influenza virus. Iranian Journal of Virology. 2(1):1-5.

Rouf R, Uddin SJ, Sarker DK, Islam MT, Ali ES, Shilpi JA, Naharf L, Tiralongo E, Sarkerf SD. 2020. Antiviral potential of garlic (Allium sativum) and its organosulfur compounds: A systematic update of pre-clinical and clinical data. Trends in Food Science & Technology . 104 : (219-234). https://doi.org/10.1016/j.tifs.2020.08.006

[WHO] World Health Organization. 2020. Modes of transmission of virus causing COVID-19: implications for IPC precaution recommendations. Scientific Brief. 27 March 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *