MITOS atau FAKTA : DAUN PEPAYA DAPAT MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES

MITOS :
Daun pepaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes?

FAKTA :
Diabetes merupakan salah satu penyakit gangguan metabolic yang menimbulkan tingginya kadar gula darah dan menurut American Diabetes Association (ADA) sebanyak 1.3% dari penduduk dunia menderita penyakit ini. Di Indonesia, prevalensi diabetes semakin meningkat dari tahun ketahun. Penyakit ini dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin atau rendahnya kemampuan aktivitas insulin dalam menjalankan fungsinya sebagai hormone yang membantu memasukkan glukosa darah dalam sel yang membutuhkan. Tanda yang dialami oleh penderita penyakit diabetes yaitu poliuri, polifagi, polidipsi dan penurunan berat badan yang tak diinginkan.1
Pengobatan diabetes yang dilakukan biasanya secara farmakologis dengan OAD (obat anti diabetes). Namun, terdapat salah satu informasi yang berkembang di masyarakat bahwa daun pepaya dapat digunakan sebagai penurun kadar gula darah bagi penderita diabetes.
Pada suatu penelitian membuktikan bahwa analisis fitokimia dalam ekstrak metanolik (methanolic extract) daun papaya mengandung polifenol, tannin, saponin, terpenoid, flavonoid, glikosida, dan alkaloid. Adanya kandungan fitokimia dalam daun pepaya inilah yang berpotensi menjadikan daun papaya sebagai salah satu bahan pangan yang dapat mencegah kenaikan kadar gula darah (anti-hiperglikemik). Selain itu ekstrak metanolik daun papaya mampu menghambat aktivitas enzim alpha-amilase. Alpa amylase merupakan enzim pencernaan yang ditemukan pda sekresi mukosa usu, pancreas, dan saliva (air liur) yang berperan dalam pemecahan ikatan a-1, 4-glikosidik dalam pati. Aktivitas ini mengakibatkan peningkatan ketersediaan glukosa dalam darah, ekstrak metanolik daun papaya dengan konsentrasi 80 µg/mL – 100 µg/mL mampu menghambat kerja enzim ini sebesar 19.63- 25.2% dan angka ini lebih tinggi dibanding dengan obat-obatan standar lainnya dengan konsentrasi yang sama.2 Dalam penelitian lain juga membuktikan bahwa dalam ekstrak daun pepaya (250 mg/kg) yang diberikan pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan, secara signifikan memapu menurunkan glukosa darah dari 331 mg/dl menjadi 130 mg/dl setelah 6 jam pemberian ekstrak secara oral.3
Daun pepaya biasa dikonsumsi masyarakat diolah dengan cara direbus. Namun pengolahan ini dapat mempengaruhi penurunan jumlah fitokimia daun pepaya.4 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, pengolahan daun pepaya agar dapat memaksimalkan aktivitasnya dalam menurunkan glukosa darah yaitu dengan diambil ekstraknya. Penelitian lebih lanjut mengenai olahan dari daun pepaya perlu dikembangkan pada manusia agar nantinya diabetes dapat diobati secara non farmakologis tanpa menimbulkan efek jangka panjang yang merugikan.5
Jadi, dapat disimpulkan bahwa benar adanya daun pepaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes salah satunya dengan diambil ekstraknya.

Sumber :
1. Altan V. The Pharmacology of Diabetic Complications. Curr Med Chem. 2003;10:1317–27.
2. Ogundele AV, Otun KO, Ajiboye A, Olanipekun BE, Ibrahim RB. Anti-Diabetic Efficacy And Phytochemical Screening Of Methanolic Leaf Extract Of Pawpaw (Carica Papaya) Grown In North Central Nigeria. J Turkish Chem Soc Sect A Chem. 2016;4(1):99.
3. Kumari Sinha R, Pratap R, Chandra Varm M. Hypoglycemic Activity of Carica Papaya Leaf Aqueous Extract in Normal and Diabetic Mice. Int J Adv Sci Res Eng. 2018;4(6):12–6.
4. Ikram EHK, Stanley R, Netzel M, Fanning K. Phytochemicals of papaya and its traditional health and culinary uses – A review. J Food Compos Anal [Internet]. 2015;41:201–11. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jfca.2015.02.010
5. Santana LF, Inada AC, Spontoni BL, Filiu WFO. Nutraceutical Potential of Carica papaya in Metabolic Syndrome. Nutrients. 2019;11(1608):1–19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *