MITOS ATAU FAKTA : FLU? MINUM VITAMIN C AJA!

Oleh : Putri Nur Aprllia (Universitas Brawijaya)
(MITOS)

Kesehatan merupakan hal penting yang harus dijaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Tanpa kondisi tubuh yang fit, kualitas kerja seseorang pun juga akan ikut menurun. Oleh sebab itu kebanyakan masyarakat berusaha menjaga kondisi kesehatan tubuhnya agar tetap fit dengan mengonsumsi berbagai suplemen secara reguler (Kamangar & Emadi, 2012). Namun hal itu tidak diimbangi dengan tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat dan efek yang didapatkan dari konsumsi vitamin atau suplemen. Terlebih lagi Vitamin C yang kini ada dalam berbagai macam bentuk kemasan dan dijual di pasaran secara massif. Ada dalam bentuk cair, tablet hisap, permen, hingga jelly. Dalam jurnal artikel yang disusun oleh Mery Ramadani (2007) tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gizi berpengaruh terhadap konsumsi suplemen atau vitamin tanpa anjuran dokter (Ramadani, 2007). Kebanyakan masyarakat yang mengonsumsi Vitamin C tanpa anjuran dokter tidak mengetahui secara pasti manfaat dan proses kerja Vitamin C dalam tubuh. Masyarakat pada umumnya hanya mengikuti trend mengonsumsi Vitamin C atau multivitamin dengan alasan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Batuk dan pilek ringan atau yang biasa disebut dengan common cold sangat sering menyerang penduduk Indonesia dan dunia. Angka prevalensi penderita common cold di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 25,0% yang tidak jauh berbeda pada tahun 2007 sebesar 25,5%. Selaras dengan meningkatnya prevalensi penyakit ini, maka menyebar juga beberapa stereotip yang kurang benar di masyarakat. Salah satunya adalah meminum suplemen maupun makanan sumber vitamin C saat flu.
Menurut penelitian Dr. Pauling yang dilansir dari Health.harvard.edu pada tahun 2003 menemukan bahwa orang-orang yang aktif menjalankan olahraga berat dan mengonsumsi setidaknya 200 miligram vitamin C per hari memiliki risiko lebih rendah untuk terserang flu. Sementara untuk mereka yang mengonsumsi vitamin C saja apalagi jika sudah terserang flu tidak menunjukkan efek apapun.
Sebaiknya, jangan hanya mengkonsumsi vitamin C ketika sudah terserang flu saja. Tak ada salahnya untuk mulai rutin mengkonsumsi vitamin C setiap harinya. Ini berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut nutrisionis Cynthia Sass, MPH, RD mengatakan jika kebutuhan akan vitamin C setiap orang berbeda-beda. Ada yang tidak masalah jika mengkonsumsi hingga 2.000 miligram vitamin C per hari. Namun, ada juga yang mual jika kebanyakan mengkonsumsinya. Bahkan, ada yang bisa diare, muntah, sampai sakit kepala. Tidak hanya pada minuman tambahan, vitamin C juga bisa didapat dengan mengkonsumsi buah atau sayur. Vitamin C alami ini terdapat pada paprika merah, cabai, lemon, jeruk, brokoli, brussel, kiwi, stroberi, pepaya, nanas, hingga blewah.

Daftar Pustaka
Pauling, Linus. 2003. Vitamin C and the Common Cold. Retrived November 24, 2019
Carr, A. C., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients, 9(11), 1211.
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Rondanelli, M., Miccono, A., Lamburghini, S., Avanzato, I., Riva, A., Allegrini, P., . . . Perna, S. (2018). Self-Care for Common Colds: The Pivotal Role of Vitamin D, Vitamin C, Zinc, and Echinacea in Three Main Immune Interactive Clusters (Physical Barriers, Innate and Adaptive Immunity) Involved during an Episode of Common Colds—Practical Advice on Dosages an. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2018, 5813095.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *