Mitos atau Fakta Minum Air Dingin Setelah Berolahraga Itu Tidak Baik?

MINUM AIR DINGIN SETELAH BEROLAHRAGA ITU TIDAK BAIK, MITOS ATAU FAKTA?
Olahraga biasanya didefinisikan sebagai suatu kegiatan fisik yang terorganisir termasuk pergerakan yang manggunakan waktu, dirancang untuk penyegaran fisik, kesehatan, dan mental tubuh manusia. Setiap hari kita dianjurkan untuk melakukan olahraga sekitar 30 menit. Orang yang tidak pernah melakukan olahraga akan rentan terkena penyakit, selain itu kekebalan tubuh orang yang sering melakukan olahraga akan terbentuk dengan sempurna sehingga bisa melindungi dirinya dari berbagai macam penyakit.
Setelah berolahraga, tubuh kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita agar mengonsumsi jumlah air yang cukup setelah berolahraga untuk menjaga status hidrasi. Air yang kita konsumsi bermacam-macam suhunya. Ada yang biasa mengonsumsi air hangat, air dingin, atau bahkan air es. Air hangat sendiri biasanya memiliki suhu sekitar 50-60℃. Air dingin memiliki suhu sekitar 7-16℃. Air es berbeda dengan air dingin. Air es memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan air dingin yaitu dibawah 7℃.
Saat ini, banyak orang yang masih keliru antara air dingin dan air es. Padahal air dingin dan air es sendiri sangat berbeda. Air dingin biasanya memiliki rasa sejuk ketika diminum, namun air es memiliki rasa sangat dingin sehingga sering menyebabkan ngilu di gigi. Respon berkeringat dipengaruhi oleh suhu air dan volume asupan cairan yang masuk. Respon berkeringat dalam air dingin berbeda secara signifikan dibandingkan dengan suhu air lainnya. Suhu air 16℃ adalah titik paling optimal sehingga ketika orang yang mengalami dehidrasi lalu minum air dingin, maka air dingin tersebut dapat mudah diserap oleh tubuh dan menyebabkan suhu tubuh tidak meningkat secara drastis setelah berolahraga.
Konsumsi air dingin (suhu 7-16℃) memberi peluang seseorang untuk dapat mengonsumsi air lebih banyak. Ketika seseorang kehilangan cairan setelah berolahraga, kemudian mengkonsumsi air dingin maka cairan tubuh tersebut dapat tergantikan dengan baik. Air dingin membantu merendahkan suhu tubuh yang terlalu tinggi dan menghambat pengeluaran keringat yang berlebihan, sehingga dapat menjaga hidrasi tubuh seseorang setelah berolahraga termasuk atlet. Itulah sebabnya mengapa minuman atlet di taruh dalam box agar dapat terjaga suhu airnya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi air dingin setelah berolahraga itu tidak baik adalah MITOS. Mengonsumsi air dingin setelah berolahraga justru dapat merendahkan suhu tubuh yang terlalu tinggi dan dapat menghambat pengeluaran keringat yang berlebihan. Saat ini, masyarakat masih sering keliru antara air dingin dan air es. Air dingin dan air es juga masih sering disamakan padahal suhunya sendiri berbeda. Untuk membantu mengatasi kekurangan cairan setelah berolahraga, kita bisa mengonsumsi air dingin pada suhu yang paling optimal yaitu 16℃.

Daftar Pustaka
Hosseinlou, A., Khamnei, S., Zamanlu, M. 2013. The Effect of Water Temperature and Voluntary Drinking on the Post Rehydration Sweating. International Journal of Clinical and Experimental Medicine 2013 6(8):683-687. USA: e-Century Publishing Corporation.
Khamnei, S et al. 2011. Water Temperature, Voluntary Drinking and Fluid Balance in Dehydrated Taekwondo Athletes. Journal of Sports Science and Medicine 2011 10:718-724. Turkey: Uludag University.
Lafata, D., Carlson-Phillips, A., Sims, S., Russell, E. 2012. The Effect of a Cold Beverage during an Exercise Session Combining both Strength and Energy Systems Development Training on Core Temperature and Markers of Performance. Journal of the International Society of Sports Nutrition 2012 9:44. UK: Biomed Central.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *