BULETIN : Ahli Gizi, Perawat, dan Dokter

Ahli Gizi, Perawat, dan Dokter

Tim pelayanan kesehatan merupakan sekelompok profesional yang mempunyai aturan yang jelas, tujuan umum, dan keahlian yang berbeda. Tim akan berjalan dengan baik bila setiap anggota tim memberikan kontribusi yang baik. Anggota tim kesehatan antara lain dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapist, radiolog, laboran, dan apoteker.

WHO mengakui kolaborasi antar profesi dalam pendidikan dan praktek sebagai suatu strategi inovatif yang akan memainkan peran penting dalam mengurangi krisis tenaga kerja kesehatan global. Praktek kolaborasi memperkuat sistem kesehatan dan memperbaiki hasil kesehatan (WHO, 2010). Kebutuhan kesehatan yang tidak terpenuhi dipengaruhi oleh latar belakang kesehatan dan sistem interprofessional education di dunia.

Kolaborasi adalah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktik bersama sebagai kolega. Bekerja saling ketergantungan dalam batasan batasan lingkup kerja mereka dengan berbagai nilai-nilai dan saling mengakui dan menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu keluarga dan masyarakat.

Tujuan utama dari kolaborasi tim kesehatan adalah memberikan pelayanan yang tepat, oleh tim kesehatan yang tepat, di waktu yang tepat, serta di tempat yang tepat.

Lalu, bagaimana bentuk kolaborasinya?
Bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan lain adalah membuat assessmen gizi untuk pasien berdasarkan hasil diskusi bersama, memberikan informasi kepada pasien secara bersama-sama baik dari segi gizi dan hubungannya terhadap kondisi medis pasien, memberikan intervensi pada pasien, melakukan diskusi rutin untuk membahas kondisi pasien, menilai status gizi pasien, menilai status kesehatan pasien dan mengevaluasi kondisi terakhir pasien serta memberikan edukasi.

Selanjutnya ada koordinasi dengan dokter, perawat, farmasi, dan tenaga lain dalam pelaksanaan intervensi gizi.
Koordinasi merupakan elemen terpenting dalam proses melakukan pekerjaan, koordinasi adalah salah satu bentuk metode komunikasi yang efektif bagi tenaga kesehatan. Keberhasilan petugas gizi dalam memberikan asuhannya juga tergantung pada bagaimana proses koordinasi dengan tenaga kesehatan lain baik dokter, perawat atau tenaga kesehatan lainnya. Berkoordinasi dengan dokter, perawat, farmasi, dan tenaga lain dalam pelaksanaan intervensi gizi sangatlah penting karena membantu proses kesembuhan pasien dan membantu kerja dari petugas gizi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *