[REVIEW JURNAL] Kebiasaan Konsumsi Kopi Teratur dan Pengaruhnya terhadap Resorpsi Tulang: C-Telopeptida dan Kalsium Serum pada Olahragawan

[REVIEW JURNAL]

Kebiasaan Konsumsi Kopi Teratur dan Pengaruhnya terhadap Resorpsi Tulang: C-Telopeptida dan Kalsium Serum pada Olahragawan

 

Oleh:

Fairuz Alkailtsa Royyan F. (Universitas Alma Ata) & Nabila Chaerun Nisa (Universitas Muhammadiyah Semarang)

Departemen Pendidikan dan Profesi ILMAGI 2020/2021

 

Bulan: Juni

Tema: Gizi Olahraga

 

Abstrak

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan utama di masyarakat yang belum terpecahkan hingga saat ini, osteoporosis adalah suatu penyakit gangguan metabolik pada tulang yang bersifat kronis dengan karakteristik menurunnya massa tulang, gangguan jaringan tulang serta gangguan mikroarsitektur yang dapat mengakibatkan insiden fraktur.osteoporosis merupakan penyakit yang sulit terdeteksi dan akan terdeteksi apabila pasien telah mengalami fraktur. Penyebab osteoporosis yatu karena meningkatnya aktivitas osteoklas untuk pembentukan tulang dan menurunnya aktivitas osteoblas untuk resorpsi tulang. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi resorpsi tulang antara lain rendahnya konsumsi kalsium, dan konsumsi kafein secara berlebihan. Salah satu minuman yang mengandung kafein dan sering dikonsumsi oleh masyarakat yaitu kopi. Kandungan kafein pada kopi bervariasi antara 30 mg sampai 175 mg dalam secangkir kopi (150 ml). Kafein adalah salah satu bahan alam yang dapat dikembangkan sebagai obat dan bahkan dipercaya dapat menjadi salah satu obat psikoaktif yang memiliki efek biologis sebagai antagonis resptor adenosin. Adenosin adalah suatu neuromodulator inhibitor endogen yang berefek stimulan terhadap sistem saraf pusat.

Pendahuluan

Hasil penelitian meta analisis menyebutkan bahwa mengkonsumsi kopi dapat meningkatkan kesehatan bahkan dapat menurunkan risiko kematan. Efek fisiologis akut dari konsumsi kopi adalah meningkatnya tekanan darah, kecepatan metabolik, dan juga meningkatkan dieresis akut. Meningkatnya dieresis akan berdampak menurunnya reabsorpsi kalsium kalsium oleh ginjal sehingga mengakibatkan kehilangan kalsium melalui urin (hiperkalsiuria). Jika kondisi ini berlangsung terus menerus dalam jangka panjang akan berdampak terhadap risiko rendahnya kadar kalsium dalam darah (hipokalsemia). Hipokalsemia kronik mengakibatkan tubuh akan meningkatnya resorpsi kalsium dari tulang, sehingga dapat menurunkan tingkat kepadatan tulang yang berakibat menjadi osteoporosis. Kalsium merupakan mineral utama dalam tubuh terutama pada tulang, selain itu, vitamin D berperan dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam tubuh dengan cara mengabsorbsi kalsium dan fosfat dalam usus, meningkatkan reabsorpsi kalsium oleh ginjal dan mobilisasi kalsium dari tulang. Oleh karena itu, homeostatis kalsium dalam tubuh selain dipengaruhi oleh asupan kalsium yang cukup, diet (asupan kafein) juga dipengaruhi oleh kecukupan vitamin D. Konsumsi kopi dengan dosis rendah tidak akan mempengaruhi metabolisme tulang sehingga tidak memicu osteoporosis dini.

Penelitian tentang hubungan antara konsumsi kopi dengan biomarker resorpsi tulang dan hubungannya dengan prediksi risiko osteoporosis pada olahragawan belum pernah dilakukan. Penelitan ini dilakukan pada olahragawan karena meningkatnya kebutuhan kalsium pada olahragawan diprediksi akan memberikan beban ganda terhadap homeostatis kalsium tubuh sehingga berpotensi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dari dalam tulang.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan cross sectional design.. Olahragawan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu orang yang melakukan olahraga karena alasan hobby atau mengisi waktu luang namun tidak bertujuan untuk mengikuti suatu kompetisi. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan olahraga dan mahsiswa Unsyiah yang setiap hari melakukan aktivitas fisik berupa olahraga sepakbola (laki laki) dan bola voli (perempuan) namun tidak dilatih untuk mengikuti kompetisi tertentu. kriteria sampel adalah laki laki dan wanita dengan kisaran umur 17 – 28 tahun, tidak mengkonsumsi minuman tinggi kalsium seperti susu atau suplemen kalsium, tidak sedang menjalankan terapi hormonal, tidak sedang menggunakan obat obatan golongan anabolik steroid untuk menurunkan berat badan, tidak merokok, tidak meminum alkohol, dan sehat. Subjek penelitian dibagi menjadi dua yaitu, kelompok yang bukan peminum kopi dan kelompok yang rutin meminum kopi setiap hari sebanyak 1-2 cangkir perhari (150-200 ml/cangkir) dan semua subjek sudah mengkonsumsinya selama 1 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling. Penentuan besar sampel pada penelitian ini adalah berdasarkan sampling jenuh (total sampling). Hal ini dilakukan karena jumlah populasinya sedikit (<30 orang ) per kelompok. Pemeriksaan subjek meliput karakteristik fisik, tekanan darah, kadar kalsium, dan CTx serum. Pemeriksaan karakteristik yang dilakukan adalah jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT) . Pengukuran tekanan darah tinggi dilakukan dalam keadaan istirahat dan pada posisi duduk. Pengukuran ini dilakukan sebanyak 3 kali dan diambil nilai rata rata tekanan sistol dan diastol. Pengukuran darah tinggi dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden serta skrining subjek dengan hipertensi. Penderita hipertensi akan dikeluarkan dari responden karena tidak memenuhi syarat penelitian ini. Pemeriksaan kadar CTx dilakukan dengan  metode automated electrochemiluminescence imumunoassays (ELICIA) Roche Diagnostics, Manheim, Germany. Pemeriksaan kadar kalsium serum menggunakan metode O-cresolphthalein complexone. Nilai rujukan untuk CTx serum adalah 0,016-0,584 mg/dL dan kadar kalsium normal dalam darah adalah 9,2-11,0 mg/dL.

 

Hasil

Hasil menunjukkan bahwa jumlah subjek pada penelitian ini adalah lebih banyak laki laki dibandingkan wanita, hal ini dikarenakan sebagian besar mahasiswa yang ikut dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan olahraga Unsyiah yang jumlah mahasiswanya lebih banyak laki laki dibandingkan wanita.

Hasil pemeriksaan Tekanan Darah Sistolik (TDS) dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata pada TDS dan TDD antar kelompok non-kopi dan kopi pada laki laki dan wanita. Tekanan kedua kelompok tersebut dalam keadaan normal.

Hasil pemeriksaan kadar CTx dan kalsium antara kelompok non kopi dengan peminum kopi pada laki laki dan wanitamenunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna.hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dalam jangka lama (>1 tahun) tidak menurunkan kadar kalsium serum pada olahragawan laki laki dan wanita. Begitipun dengan kadar CTx, konsumsi kopi teratur dalam jangka lama (>1 tahun) tidak meningkatkan kadar CTx pada olahragawan laki laki dan wanita.

Pembahasan

Penelitian ini menemukan bahwa konsumsi kopi teratur dosis 1-2 cangkir/hari tidak meningkatkan kadar CTx pada olahragawan yang berarti menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak meningkatkan resorpsi tulang, oleh karena itu konsumsi kopi tidak berhubungan dengan risiko osteoporosis dini. Hasil penelitian ini didukung oleh Cornelis, 2019 yang menyebutkan bahwa batas aman konsumsi kafein adalah tidak melebihi dari 400 mg/hari. Efek dari konsumsi kafein kopi terhadap respon tubuh manusia juga bervariasi dan bersifat heterogen. Hal ini diakibatkan karena adanya faktor nutrigenetika (variasi genetic individu). Salah satunya enzim yang berfungsi untuk mengatur metabolism kafein pada seseorang adadalah isoform CYP1A2 dan sekitar 95% metabolism kafein dipengaruhi oleh enzim ini, namun ini membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Konsumsi kafein dosis tinggi meningkatkan ekresi kalsium dan magnesium melalui urine, sehingga berdampak terhadap kesehatan tulang dan meningkatnya risiko osteoporosis.23 Risiko osteoporosis dapat diprediksi melalui pemeriksaan kadar CTx serum atau urin. CTx merupakan biomarker dari resorpsi tulang. CTx adalah suatu produk dari degradasi kolagen tipe 1 yang dilepaskan kedalam sirkulasi selama proses resorpsi tulang. CTx dapat diukur dari serum dan juga urin. Kafein cepat diabsorpsi oleh usus dan tidak terakumulasi didalam tubuh karena langsung dimetabolisme oleh hati dan dieliminasikan keluar tubuh.  Kafein memiliki efek diuretik ringan sehingga meningkatkan frekwensi urin (diuresis). Kafein kopi dapat menurunkan absorpsi kalsium di usus namun membatasi konsumsi kopi kurang dari 3 cangkir perhari dapat menurunkan risiko osteoporosis.

Sampai saat ini belum ada bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa kafein kopi berbahaya untuk kesehatan tulang dan mengganggu keseimbangan kalsium.  Kafein kopi tidak terakumulasi di dalam tubuh, namun akan dimetabolisme oleh hepar denganbantuan enzim sitokrom P450 1A2 N-demethylation (CYP1A2) untuk membentuk tiga metabolit utama yaituparaxanthine (1,7-dimethylxanthine), theobromine (3,7-dimethylxanthine), and theophylline (1,3-dimethylxanthine). Efek fisiologis kafein adalah meningkatkan kehilangan kalsium melalui urin (hiperkalsiuria), meningkatnya kehilangan kalsium endogen melalui feses. Konsumsi kopi 1 cangkir dapat menyebabkan kehilangan kalsium sekitar 5 mg, namun efek ini bersifat akut dan sementara. Oleh karena itu, konsumsi kopi dosis fisiologis tidak mengganggu keseimbangan kalsium di dalam tubuh manusia.

Kesimpulan

Konsumsi kopi teratur tidak meningkatkan kadar CTx serum dan juga tidak menurunkan kadar kalsium pada olahragawan laki-laki dan wanita, namun perlu pembuktian lebih lanjut (menggunakan design penelitian ekperimental) bagaimana pengaruh kopi dalam memelihara CTx dan kalsium tubuh dalam batas normal. Kopi berpotensi untuk menghambat peningkatan resorpsi tulang dan juga hipokalsemia. Konsumsi kopi secara teratur tidak berisiko terjadinya osteoporosis dini pada kelompok olahragawan usia-muda. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan menggunakan subjek pengkonsumsi kopi berat (konsumsi kopi >4 cangkir perhari) dan atau pada subjek olahragawan dengan intensitas berat.

 

Referensi

Yusni, Safrizal Rahman. (2019). Kebiasaan Konsumsi Kopi Teratur dan Pengaruhnya terhadap Resorpsi Tulang: C-Telopeptida dan Kalsium Serum pada Olahragawan. Jurnal Gizi Indonesia, 7(2): 92-98.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *