Mitos atau Fakta Minum Kopi Sebelum Olahraga Meningkatkan Performa Otot

Minum Kopi Sebelum Olahraga Meningkatkan Performa Otot, Mitos atau Fakta?
Oleh : Debby Chintya Purnama (Universitas Brawijaya)

Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang berasal dari biji yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk (Maramis et al., 2013). Kopi banyak disukai dari segala kalangan karena efeknya yang dikenal dapat meningkatkan semangat bagi yang mengonsumsinya. Dalam dunia olahraga, kopi juga sering dikonsumsi sebelum latihan untuk meningkatkan performa dan menunda rasa lelah (Yoghi, 2010). Kandungan utama dari kopi adalah kafein. Kafein merupakan salah satu jenis alkaloid dari golongan metilxantin yang banyak ditemui pada kopi, biji kokoa, kacang kola, dan daun teh (Gabete, 2014).
Secara teori, kafein dapat meningkatkan penggunaan lemak untuk digunakan sebagai energi dan meningkatkan kadar kalsium sel otot sehingga performa otot meningkat dan menghambat otot untuk kelelahan. Efek jangka pendek dari kafein mencapai jaringan dalam waktu lima menit, kemudian mencapai darah dalam waktu 50 menit. Kafein juga dapat merangsang otak sehingga dapat meningkatkan aktifitas neural dalam otak dan mengurangi keletihan dan membuat waktu tidur melambat (Drug Facts Comparisons, 2001). Kafein memiliki efek ergogenik yang dapat meningkatkan performa atlet, terutama untuk meningkatkan ketahanan aerobik dan meningkatkan kemampuan repetisi pada latihan otot (Adrian, 2013)
Dalam penelitian yang berjudul “Minuman Kopi terhadap Kekuatan Otot dan Ketahanan Otot Atlet Sepak Bola Usia Remaja Di SSB PERSISAC” menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil tes kekuatan dan ketahanan otot pada kelompok kontrol yang diberikan kopi dengan dosis 2 gram/150 ml dan perlakuan, terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan dan ketahanan otot antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Hasil tersebut didukung dengan teori ergogenik kafein bahwa kafein memiliki efek ergogenik yang dapat meningkatkan kemampuan repetisi (pengulangan gerakan yang sama dan di ulang pada satu waktu tertentu) pada latihan otot (Adrian, 2013). Kafein meningkan enduran olahraga berdurasi panjang melalui mekanisme pemakaian asam lemak sehingga menghemat penggunaan glikogen otot dan glikogen hati pada tahap awal olahraga, dengan mekanisme tersebut membuat atlet memiliki cadangan energi lebih banyak sehingga daya tahan tubuhnya cenderung lebih baik (Bairam, 2007)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa meminum kopi sebelum berolahraga dapat meningkatkan performa otot adalah FAKTA. Meminum kopi sebelum melakukan olahraga dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot dengan meaknisme penggunaan asam lemak sebagai energi dan menghambat penggunaan glikogen pada sel otot dan hati. Namun diharapkan tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan karena dapat menimbulkan gugup, gelisah, dan insomnia.

DAFTAR PUSTAKA
Chrismaaji D Y., 2018, Penetapan Kadar Kafein dalam Kopi Bubuk Murni Robusta Merek “X” dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Fase Terbalik. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Maramis, R. K., Citraningtyas, G., and Wehantouw, F., 2013. Anlisis Kafein Dalam Kopi Bubuk di Kota Manado Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi., 2(4), 122-128.
Nandatama S R., Rosidi A., Setiawati Y N., Minuman Kopi terhadap Kekuatan Otot dan Ketahanan Otot Atlet Sepak Bola Usia Remaja Di SSB PERSISAC. Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *