MITOS atau FAKTA : Asupan Air Putih dapat Menurunkan Persen Lemak Tubuh dan Berat Badan?

MITOS atau FAKTA

Asupan Air Putih dapat Menurunkan Persen Lemak Tubuh dan Berat Badan?

 

Oleh:

Olla Wilda Nasyiba (UPN Veteran Jakarta) & Rafifah Azzah Sa’diyah (Institut Pertanian Bogor)

Departemen Pendidikan dan Profesi ILMAGI 2020/2021

Bulan: Mei

Tema: Gizi Masyarakat

 

MITOS atau FAKTA. Asupan Air Putih dapat Menurunkan Persen Lemak Tubuh dan Berat Badan?

Jawabannya adalah IYA, FAKTA.

 

Bukti Penelitian:

Peningkatan asupan air putih menurut hasil penelitian dapat menurunkan berat badan dan persen lemak tubuh. Penelitian Dennis et al, 2010 di Amerika Serikat telah menemukan bahwa pemberian 500 ml air putih 30 menit sebelum makan selama 12 minggu menurunkan berat badan dua kilogram lebih banyak dari pada kelompok yang tidak minum air putih sebelum makan. Selain penurunan berat badan, juga menemukan penurunan persen lemak tubuh. Penurunan berat badan dan IMT dapat dilihat dalam waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan penurunan persen lemak tubuh.

Pada beberapa penelitian sebelumnya, disebutkan bahwa asupan air putih 500 ml dalam waktu 30 menit sebelum makan berhubungan secara bermakna dengan penurunan asupan energi dan berat badan dibandingkan asupan air putih sebanyak 200 ml, 240 ml, 360ml, 375ml, ataupun 480ml. Penurunan persen lemak tubuh yang terjadi pada penelitian dapat disebabkan oleh adanya stimulasi lipolisis setelah minum air putih. Selain itu, peregangan lambung karena asupan air putih menyebabkan refleks gastrovaskular (peningkatan aktivitas saraf simpatis otot dan tekanan darah sebagai reaksi terhadap peregangan lambung).

Data Epidemiologis menunjukkan bahwa asupan energi di antara peminum air ~ 9% (194 kkal / hari) lebih rendah daripada peminum non-air pada penelitian yang dilakukan oleh Popkin et al., (2005). Pada orang yang obesitas, air yang dikonsumsi sebelum atau dengan makan mengurangi sensasi lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Konsumsi air sebelum makan mengurangi asupan energi makan pada orang dewasa non-obesitas yang lebih tua dan juga di antara setengah baya dan orang dewasa obesitas. Jadi, meminum air (~ 16 fl oz) sebelum makan mengurangi asupan energi makanan di antara orang dewasa paruh baya dan lebih tua sebesar 75-90 kkal.

Manfaat lain dari konsumsi air adalah untuk manajemen berat badan, seperti peningkatan tingkat metabolisme menurut penelitian Boschmann et al. (2003) dan Brown, Dulloo, & Montani (2006). Studi epidemiologi dan makanan menyarankan peran yang bermanfaat untuk konsumsi air dalam mengurangi asupan energi dan meningkatkan manajemen berat badan.

Kesimpulan:

Jadi, fakta bahwa air putih dapat menurunkan persentase lemak tubuh dan berat badan. Penurunan berat badan dan IMT dapat dilihat dalam waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan penurunan persen lemak tubuh. Asupan air putih 500 ml dalam waktu 30 menit sebelum makan berhubungan secara bermakna dengan penurunan asupan energi dan berat badan. Penurunan persen lemak tubuh yang terjadi pada penelitian dapat disebabkan oleh adanya stimulasi lipolisis setelah minum air putih. Selain itu, peregangan lambung karena asupan air putih menyebabkan refleks gastrovaskular. Air yang dikonsumsi sebelum atau dengan makan mengurangi sensasi lapar dan meningkatkan rasa kenyang.

 

Referensi:

Dennis EA, Flack KD, Davy BM. (2009). Beverage Consumption and Adult Weight Management: A Review, 10(4): 237–246.

Mulyasari, Indri dkk. (2015). Pengaruh Asupan Air Putih Terhadap Berat Badan, Indeks Massa Tubuh, dan Persen Lemak Tubuh pada Remaja Putri yang Mengalami Gizi Lebih. Jurnal Gizi Indonesia (ISSN : 1858-4942), 3(2): 120-125.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *